Bappeda: Perubahan perilaku pengaruhi percepatan penurunan stunting

bugar Jun 13, 2024

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam pembangunan di tingkat daerah. Salah satu program yang sedang diperjuangkan oleh Bappeda adalah percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang biasanya terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, dengan sekitar 27,7% anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting menurut data Riskesdas 2018.

Untuk mengatasi masalah stunting ini, Bappeda melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan mengubah perilaku masyarakat. Perubahan perilaku ini menjadi kunci utama untuk mencapai percepatan penurunan angka stunting. Dengan mengubah perilaku masyarakat, diharapkan pola makan yang sehat dan gizi yang cukup dapat terwujud, sehingga risiko stunting dapat diminimalisir.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Bappeda untuk mengubah perilaku masyarakat dalam hal gizi dan kesehatan adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan yang seimbang, pemberian ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan pertama, serta pendampingan dan monitoring terhadap pertumbuhan anak.

Selain itu, Bappeda juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta organisasi masyarakat untuk menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang dan kesehatan anak. Melalui kerjasama ini, diharapkan pesan-pesan tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat dapat sampai kepada masyarakat luas.

Perubahan perilaku masyarakat memang tidaklah mudah, namun dengan kerjasama antara Bappeda, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait, diharapkan angka stunting di Indonesia dapat terus menurun dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas. Semoga dengan upaya yang terus dilakukan, Indonesia dapat menjadi negara yang bebas dari masalah stunting.