Dokter sebut prevalensi anak terkena alergi susu sapi capai 7,5 persen

bugar Jun 30, 2024

Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh para dokter, prevalensi anak yang terkena alergi susu sapi di Indonesia telah mencapai 7,5 persen. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para orang tua dan tenaga medis yang bertanggung jawab dalam merawat anak-anak.

Alergi susu sapi merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat mentoleransi protein susu sapi dan bereaksi secara berlebihan. Gejala alergi susu sapi dapat bervariasi, mulai dari ruam kulit, muntah, diare, hingga reaksi alergi yang lebih parah seperti sesak napas dan syok anafilaksis.

Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak mulai dari usia bayi hingga balita. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan gejala yang muncul pada anak mereka dan segera berkonsultasi dengan dokter jika dicurigai terkena alergi susu sapi.

Dokter juga menyarankan agar orang tua yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga untuk lebih waspada terhadap kemungkinan anak terkena alergi susu sapi. Selain itu, penggunaan susu formula alternatif yang tidak mengandung protein susu sapi dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi anak yang rentan terkena alergi.

Untuk mencegah terjadinya alergi susu sapi pada anak, dokter juga menekankan pentingnya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak. ASI memiliki manfaat melindungi bayi dari risiko alergi, termasuk alergi susu sapi.

Dengan meningkatnya prevalensi alergi susu sapi di Indonesia, para orang tua perlu lebih waspada dan proaktif dalam mengenali gejala serta mengelola kondisi anak yang terkena alergi susu sapi. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan informasi dan pengelolaan yang tepat demi kesehatan dan kesejahteraan anak tercinta.