IDAI soroti dampak buruk polusi udara terhadap tumbuh kembang anak

bugar Jun 28, 2024

Serangkaian penelitian telah menunjukkan bahwa polusi udara memiliki dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Institut Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut mengkritisi dampak negatif dari polusi udara terhadap kesehatan anak-anak.

Menurut IDAI, polusi udara dapat mengganggu sistem pernapasan anak-anak, yang masih dalam tahap perkembangan. Partikel-partikel berbahaya dalam udara, seperti debu, asap kendaraan bermotor, dan polusi industri, dapat masuk ke dalam paru-paru anak dan menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Tidak hanya itu, polusi udara juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas dan bawah pada anak-anak. Hal ini dapat menyebabkan anak sering sakit dan absen sekolah, serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif mereka.

IDAI juga menyoroti bahwa paparan polusi udara pada masa kehamilan dapat berdampak buruk pada janin yang sedang berkembang. Polusi udara dapat mempengaruhi pertumbuhan janin, serta meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Untuk mengurangi dampak buruk polusi udara pada tumbuh kembang anak, IDAI menyarankan orangtua untuk menjaga kualitas udara di sekitar anak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, memperbanyak taman hijau, dan membersihkan udara di dalam rumah dengan ventilasi yang baik.

Selain itu, IDAI juga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengurangi polusi udara melalui kebijakan pengendalian emisi kendaraan bermotor dan industri, serta peningkatan penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.

Dengan upaya bersama, diharapkan polusi udara dapat dikurangi sehingga anak-anak dapat tumbuh kembang dengan optimal dan sehat tanpa terganggu oleh dampak buruk dari polusi udara. Semua pihak perlu peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas udara demi kesehatan anak-anak dan generasi mendatang.